Mengenal Truk Bak Terbuka Flatbed dan Karakteristiknya

Posted on

Truk bak terbuka flatbed merupakan kendaraan besar yang kerap melintas di jalan raya. Desainnya sederhana namun efektif menjadi tulang punggung industri transportasi. Tipe truk tanpa atap ini menawarkan fleksibilitas luar biasa dalam mengangkut berbagai jenis muatan, mulai dari material konstruksi hingga alat berat sekalipun. Penasaran seperti apa karakteristiknya? Berikut ulasan selengkapnya!

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Tipe Truk Ringan 2 Sumbu

Mengenal Truk Bak Terbuka Flatbed dan Karakteristiknya
Truk bak terbuka flatbed membawa karakteristik khas yang membedakannya dengan tipe kendaraan lainnya. Foto: Istimewa

Karakteristik Truk Bak Terbuka Flatbed

Truk flatbed adalah jenis kendaraan komersial yang mempunyai ciri berikut.

  • Bak terbuka tanpa adanya tambahan dinding atau atap.
  • Desainnya minimalis untuk mengangkut berbagai jenis muatan yang berukuran besar dan berat.
  • Truk dengan lantai datar luas ini siap untuk memuat segala jenis barang, mulai dari material besi baja dan kayu hingga alat berat seperti excavator.

Berdasar pengalaman di lapangan, ketika mengikat excavator di bagian atas flatbed, perlu memastikan titik tumpu bebannya ada di atas as roda. Hal ini untuk menjaga keseimbangan sekaligus memastikan center of gravity dengan baik. Pastikan juga menggunakan stopper roda. Berkaitan dengan hal itu, pahami pula bahaya muatan yang tak terikat dengan benar.

Fleksibilitasnya ini menjadikan truk tersebut sebagai pilihan populer dalam industri konstruksi, pertambangan hingga logistik. Truk tanpa atap ini mempunyai sejumlah karakteristik khusus yang membedakannya dengan jenis truk lainnya. 

Bak Terbuka dan Daya Angkut Kuat

Truk bak terbuka ini tentu tanpa dinding atau atap sehingga memberikan fleksibilitas luar biasa dalam memuat berbagai jenis muatan. Bentuk dan ukuran muatan yang bisa dimuat berbeda-beda, mulai dari material kecil hingga besar.

Selain itu, muatan juga bisa diakses dari segala sisi, sehingga memudahkan proses pemuatan dan pembongkaran. Perihal tata cara pemuatannya sendiri ada dalam Peraturan Kemenhub. Lebih tepatnya Permenhub No. 18 Tahun 2021.

Daya angkut truk flatbed ini juga sangat besar. Alasannya lantaran truk terbuka ini dirancang guna mengangkut muatan dengan berat yang besar, seperti mesin-mesin industri atau material konstruksi lainnya. Arena yang tidak terbatas oleh dinding, membuat truk flatbed bisa mengangkut muatan dengan dimensi panjang, lebar atau tinggi.

Melansir kanal YouTube reviewer transportasi CAHILL’S DIARY, tampak beberapa truk flatbed yang melintasi jalan raya. Truk-truk tersebut terlihat sangat jelas dengan desain memanjang membawa berbagai muatan konstruksi. Bahkan, ada truk yang mengangkut alat berat seperti excavator dan tampak kuat tanpa oleng sekalipun. Mengingat dimensinya cukup panjang, kapasitas daya angkutnya pun juga sangat besar. 

Dalam Astra UD Trucks menyebut Short Chassis Flatbed berukuran 640×240 cm memiliki kapasitas maksimal hingga 20 ton. Lalu untuk Long Chassis Flatbed, kapasitas maksimalnya 30 ton dengan ukuran 1200×230 cm.

Terdapat Sistem Pengikat Muatan dan Sasis Kuat

Truk bak terbuka jenis ini juga dilengkapi sistem pengikat muatan dengan ring. Ring pengikat ini tersebar di berbagai titik yang berguna untuk mengamankan muatan supaya tidak bergeser selama perjalanan berlangsung. Selain ring pengikat, terdapat juga rantai tambahan untuk mengikat muatan besar atau tidak beraturan.

Sementara itu, truk ini mendapat dukungan sasis kuat. Sasis truk terbuka ini dirancang khusus untuk menahan beban berat dan guncangan selama perjalanan menuju titik lokasi tertentu. Berkaitan dengan bahan sasis, biasanya terbuat dari High Tensile Steel yang mampu menjamin kekuatan dan daya tahannya.

Mengapa Truk Flatbed Stabil Walau Bawa Beban Berat?

Untuk meredam guncangan pada saat truk bak terbuka ini berjalan di jalan raya tak rata, terdapat sistem suspensi yang dirancang dalam meredamnya. Alhasil, mampu melindungi muatan dari kerusakan yang kerap muncul.

Selain itu, truk flatbed biasanya juga dilengkapi aksesori tambahan seperti ramp, winch atau crane. Adapun fungsi dari aksesoris tersebut yakni untuk memudahkan proses pemuatan dan pembongkaran terhadap muatan berat atau sulit. Tak heran banyak industri konstruksi yang kerap memanfaatkan truk terbuka tersebut untuk melengkapi fasilitas perusahaan.

Mengenai sensasi mengendarainya, terasa cukup menegangkan ketika menyetir flatbed selama turun hujan. Namun rasanya lebih tenang dan stabil ketika menambahkan terpal.

Perbandingan Karoseri Flatbed vs Drop Side

Karoseri flatbed vs drop side sama-sama populer di dunia kendaraan berat. Untuk mengetahui perbandingan keduanya, cek tabel berikut.

Fitur Flatbed Drop Side
Akses Muatan Lebih bebas, bisa dari segala sisi (360 derajat). Mudah, namun terbatas engsel dan tinggi dinding bak.
Jenis Muatan Alat berat, kontainer, pipa panjang, mesin industri Material konstruksi, palet, barang logistik umum.
Proses Bongkar Muat Menggunakan forklift besar atau crane. Menggunakan tenaga manusia (manual) maupun forklift.
Keamanan Muatan Bergantung pada tali, ratchet, atau kunci kontainer. Paling aman pakai ratchet lashing EN 12195-2 dengan J-hook. Aman untuk barang curah sebab tertahan dinding bak.
Berat Karoseri Lebih ringan. Sedikit lebih berat karena komponen dinding dan engsel.

Baca Juga: Kenali Jenis dan Fungsi Truk Derek Mobil Sebelum Memesan

Truk bak terbuka flatbed merupakan alat transportasi serbaguna dan efisien untuk berbagai jenis muatan. Adanya desain sederhana namun kuat, truk flatbed menawarkan fleksibilitas, kapasitas angkut besar dan kemudahan dalam proses memuat maupun pembongkaran. Jika saat ini sedang membutuhkan kendaraan untuk mengangkut material konstruksi, alat berat atau muatan oversize, maka truk jenis ini adalah pilihan paling tepat.