Dalam situasi darurat di jalan, seperti mobil mogok atau terlibat kecelakaan, truk derek mobil menjadi penolong yang sangat dibutuhkan. Namun, tidak semua layanan derek itu sama. Memesan layanan yang tidak tepat justru berisiko menyebabkan kerusakan tambahan pada kendaraan. Jika memahami berbagai tipe truk dan fungsinya, pengendara bisa membuat keputusan yang tepat untuk pertolongan kendaraan.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Tipe Truk Ringan 2 Sumbu

Jenis-Jenis Truk Derek Mobil dan Fungsinya
Tidak semua mobil derek bekerja dengan cara yang sama. Metode pengangkutan disesuaikan dengan kondisi dan jenis kendaraan yang membutuhkan pertolongan. Berikut adalah beberapa jenis truk yang umum ditemui:
1. Derek Gendong atau Towing

Ini adalah jenis yang paling familiar bagi banyak orang. Truk derek mobil jenis ini dilengkapi dengan bak datar tempat kendaraan yang rusak dinaikkan sepenuhnya atau digendong. Metode ini sangat aman karena seluruh roda mobil tidak menyentuh jalan, sehingga meminimalkan risiko kerusakan tambahan selama perjalanan.
Towing sering digunakan untuk mengangkut mobil dari showroom ke pembeli atau menangani kendaraan yang mogok untuk dibawa ke bengkel. Terdapat dua varian utama yaitu towing gendong biasa dan towing hidrolik yang baknya dapat diturunkan. Hal ini memudahkan mobil dengan ground clearance rendah seperti mobil sport atau mewah untuk dinaikkan tanpa menggesek bagian bawahnya.
Berdasar pengalaman banyak pengguna, pastikan memotret dulu kondisi bumper sebelum diderek. Hal ini sebagai bukti asuransi apabila terjadi lecet.
Kemudian saat memesan derek hidrolik, pastikan operatornya memeriksa sudut kemiringan bak. Hal ini supaya spoiler depan mobil rendahnya tak sampai menyentuh aspal.
2. Derek dengan Roda Diangkat

Jenis ini sering digunakan oleh Dinas Perhubungan untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan. Cara kerjanya adalah dengan mengangkat dua roda, biasanya roda depan atau belakang kendaraan.
Sementara roda yang lain tetap menyentuh jalan. Kendaraan kemudian ditarik dengan posisi setengah mengambang. Pengemudi juga tak boleh ada di dalam mobil yang sedang ditarik untuk menjamin keselamatan. Kontrol kemudi dikunci supaya rodanya tetap lurus.
3. Derek Kait dan Tarik

Truk derek jenis ini menggunakan rantai atau tali yang dikaitkan ke bagian tertentu pada mobil, lalu menariknya dari depan. Sangat penting untuk diingat bahwa metode ini berisiko tinggi menyebabkan kerusakan, terutama pada mobil bertransmisi matic dan umumnya tidak disarankan jika ada alternatif yang lebih aman. Pengemudi juga harus berada di dalam untuk mengendalikan setir dan rem mobilnya selama ditarik.
4. Derek Boom

Derek mobil boom dilengkapi dengan boom atau kran yang dapat digunakan untuk mengangkat kendaraan dari posisi sulit. Derek jenis ini khusus digunakan untuk situasi yang kompleks dan berbahaya. Seperti ketika mobil terjatuh ke parit, terbalik atau mengalami kecelakaan berat yang membuatnya tidak mungkin ditarik dengan metode biasa. Keberadaan boom memberikan daya angkat yang diperlukan untuk menangani kendaraan dalam kondisi tidak wajar.
5. Truk Derek Rollback (Hidrolik Geser)

Jenis truk derek ini menawarkan efisiensi dan keamanan tinggi. Rollback memiliki bak datar yang dapat dimiringkan ke tanah, membentuk landasan. Kendaraan kemudian dapat dinaikkan atau ditarik dengan winch ke atas bak. Setelah aman terikat, bak akan digeser kembali ke posisi datar. Keunggulan utamanya adalah kemudahan bongkar muat dan pencegahan kerusakan pada kendaraan, membuatnya ideal untuk mobil-mobil mewah.
Perbandingan Biaya Layanan Derek Tol Jasa Marga dan Perda DKI
Layanan derek mobil menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pengendara. Namun, tidak semua orang mengetahui bahwa biaya layanan derek di Indonesia berbeda-beda tergantung pada penyedia dan jenis kendaraannya. Berikut perbandingan biaya layanan derek antara tol Jasa Marga dan ketentuan Perda DKI.
- Untuk kendaraan Golongan I di tol Jasa Marga, tarif awal ditetapkan sebesar Rp100.000 dengan tambahan Rp8.000 per km. Sementara itu, kendaraan Golongan II hingga VI dikenakan tarif awal Rp135.000 dengan tambahan Rp10.000 per km.
- Beda dengan sistem tarif berdasarkan jenis kendaraan dan jarak dalam PERDA Prov. DKI Jakarta No. 1 Tahun 2015. Untuk kendaraan penumpang, biaya derek mencapai Rp20.000 untuk jarak 0-10 km dan tambahan Rp10.000 setiap 5 km setelah melewati 20 km. Sedangkan untuk bus dan kendaraan barang berat, tarif awalnya Rp45.000 untuk 0-10 km dengan tambahan Rp20.000 per 5 km setelah 20 km.
Detail biaya:
| Penyedia | Golongan Kendaraan | Tarif Per Km / Jarak | Tarif Awal |
| Jasa Marga (Tol) | Gol. I | tambah Rp8.000 / km | Rp100.000 |
| Gol. II – VI | tambah Rp10.000 / km | Rp135.000 | |
| Perda DKI (Kota) | Penumpang | tambah Rp10.000 / 5km | Rp20.000 (0-10km) |
| Bus / Barang | tambah Rp20.000 / 5km | Rp45.000 (0-10km) |
Secara umum, tarif Jasa Marga lebih tinggi, tapi berlaku khusus di jalan tol. Sedangkan tarif Perda DKI lebih ekonomis dan diterapkan untuk wilayah dalam kota. Harga ini sendiri bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu dan kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Mengenal Truk Medium Duty Fuso dan Jenisnya
Memahami jenis dan fungsi setiap truk derek mobil memberikan gambaran tentang biaya yang akan dikeluarkan. Selain itu, melindungi kendaraan dari kerusakan yang tidak diinginkan akibat kesalahan metode derek. Sebelum memesan, selalu deskripsikan kondisi mobil dengan jelas dan tanyakan metode derek seperti apa yang akan digunakan. Pengendara pun bisa memastikan bahwa mobil ditangani dengan cara yang paling tepat.

Saya adalah penggemar kendaraan berat selama bertahun-tahun. Dari rasa cinta tersebut, saya dengan sepenuh hati siap berbagi informasi seputar armada maupun alat berat. Hal ini tak terkecuali model truk populer, truk alat berat sampai dengan truk berdasarkan konfigurasi.



