Truk memiliki peran sangat vital dalam mendukung proses transportasi dan distribusi. Memahami berbagai jenisnya adalah langkah pertama untuk mengetahui bagaimana muatan truk guna memberikan kontribusi di berbagai bidang. Truk dapat dikelompokkan berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk jumlah sumbu, konfigurasi roda, serta jenis karoseri. Berikut adalah beberapa tipe truk ringan 2 sumbu yang biasa digunakan di Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Truk Medium Duty Fuso dan Jenisnya

Truk Ringan 2 Sumbu, Umum Ditemui di Indonesia
Berikut adalah beberapa truk yang memiliki 2 sumbu.
Pick Up

Tidak hanya mobil saja, pick-up juga mengandalkan kendaraan truk sebagai mobilitas pengangkutnya. Pick-up merupakan jenis kendaraan niaga kecil yang memiliki 2 sumbu dan 4 roda. Biasanya, pick-up digunakan untuk mengangkut barang-barang ringan dan berukuran kecil, seperti makanan, peralatan maupun barang konsumen.
Truk Engkel

Selanjutnya, truk engkel termasuk dalam kategori truk sedang dengan 2 sumbu dan 4 roda. Engkel biasanya digunakan untuk mengangkut barang-barang berukuran sedang, seperti bahan bangunan, perabotan dan produk industri.
Truk ini memiliki berbagai spesifikasi unggul yang membuat penampilannya mumpuni dan dapat diandalkan untuk berbagai pengangkutan barang dengan kapasitas cukup tinggi. Dalam hal efisiensi, tipe ini sangat sesuai untuk bisnis skala kecil hingga menengah. Selain itu, truk engkel juga bisa bermanuver dengan baik di jalan-jalan sempit serta area perkotaan.
Dari informasi yang diperoleh dari kanal YouTube Eko Wahyudi, truk Isuzu Elf biasanya jadi andalan dalam sektor truk ringan 2 sumbu dengan 4 roda. Meski ada beberapa pengemudi menyatakan bahwa Isuzu Elf terasa keras, khususnya pada bagian suspensinya.
Berdasarkan pengujian langsung saat di lapangan, keluhan suspensi keras pada kendaraan ini dapat dimitigasi menggunakan pengaturan tekanan angin secara tepat. Dari pengujian terungkap bahwa mengatur tekanan ban depan di angka 85 psi secara signifikan bisa meredam guncangan (bouncing) ketika kabinnya dalam kondisi kosong.
Dari sisi ergonomi, posisi duduk di Isuzu Elf cenderung lebih rendah daripada Mitsubishi Canter. Hal ini memberi visibilitas objek dekat lebih baik, walau bagi pengemudi yang terbiasa dengan posisi ‘commanding seat‘ tinggi di Canter, mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian pada posisi tangannya.
Ketika tim mencoba melewati area yang padat di Jakarta Barat, rupanya radius putar Isuzu Elf terbukti memudahkan manuver.
Selain itu, model truk engkel lainnya ada CDE Box. CDE Box sering terlihat beroperasi di jalan-jalan di Indonesia. Akan tetapi, banyak orang awam hanya mengenalnya sebagai truk tanpa mengetahui kategori spesifiknya. Padahal, terdapat beragam jenis truk yang ada.
Salah satu kelebihan dari truk CDE adalah kemampuannya untuk menjangkau area sempit. Hal ini tidak mengherankan, mengingat ukuran CDE lebih kompak. Adanya ukuran lebih kecil itu, CDE Box dapat melintasi jalan-jalan kecil. Fleksibilitas ini memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis. Ini jelas berbeda dengan truk CDD Box 6 roda yang kurang sesuai untuk kebutuhan di medan tersebut.
Detail perbandingan:
| Spesifikasi | CDE (Colt Diesel Engkel) | CDD (Colt Diesel Double) |
| Jumlah Roda | 4 Roda (2 depan, 2 belakang) | 6 Roda (2 depan, 4 belakang) |
| Dimensi Box (P x L x T) | ± 3.1 x 1.7 x 1.7 meter | ± 4.3 x 1.9 x 1.9 meter |
| Konfigurasi Sumbu | 4×2 | 4×2 |
| GVW (Berat Maksimum) | 5.2 Ton | 7.5 – 8.25 Ton |
| Tenaga Maksimum | ± 100 – 110 PS | ± 125 – 136 PS |
| Kapasitas Mesin | ± 3.900 cc | ± 3.900 cc (dengan Turbo/Intercooler) |
Untuk Kebutuhan Logistik, Pakai Truk 2 Sumbu atau Lebih?
Secara teknis, truk ringan dengan 2 sumbu (CDE) memiliki GVW (Gross Vehicle Weight) di kisaran 5 ton. Artinya, dengan berat kosong truk sekitar 2,2-2,5 ton, kendaraan ini sangat efisien dalam mengangkut beban logistik bersih sampai 2-3 ton tanpa langgar aturan muatan.
Dalam hal pengangkut barang logistik, semakin banyak jumlah sumbu, maka kian besar kapasitas muatan truknya. Jika barang terlalu banyak, maka disarankan untuk menggunakan truk dengan sumbu besar. Sementara untuk mengakut kurang dari 5 ton, maka truk 2 sumbu saja sudah pas.
Baca Juga: Kenali Jenis dan Fungsi Truk Derek Mobil Sebelum Memesan
Terlihat jelas bahwa ada beberapa truk ringan 2 sumbu yang menawarkan daya angkut besar. Karena hal itu, kendaraan ini menjadi unggulan untuk mengangkut berbagai jenis barang. Sebagai reviewer otomotif, turut merekomendasikan bahwa untuk distribusi di dalam kota dengan kondisi gang sempit, CDE jadi pilihan terbaik. Akan tetapi, untuk muatan berat yang mengejar efisiensi biaya tiap ton, varian CDD Long seperti halnya FE 74L lebih recommended. Pemilihan truk sebenarnya juga bukan hanya soal berat muatan saja, tetapi juga akses jalan (Kelas Jalan I, II, ataupun III) sesuai Kemenhub.

Saya adalah penggemar kendaraan berat selama bertahun-tahun. Dari rasa cinta tersebut, saya dengan sepenuh hati siap berbagi informasi seputar armada maupun alat berat. Hal ini tak terkecuali model truk populer, truk alat berat sampai dengan truk berdasarkan konfigurasi.



